MUSYAWARAH DAERAH DIY – DPD HISPPI DY

Kepengurusan DPD HISPPI DIY Periode 2011-2015 segera berakhir. Untuk itu DPD HISPPI DIY menyelenggarakan Musyawarah Daerah sekaligus menyelenggarakan penghargaan Bagi para pengabdi kursus Pendidikan Non Formal.

Penghargaan tersebut berupa Awar bagi para pendidik Pendidikan Non Formal, yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah HISPPI AWARD.

(lebih…)

Selamat Datang Romadhon

Yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga

BAHAGIANYA ORANG IKHLAS

Bahagianya Orang Ikhlas  [Dikutip dari Tulisan AAGYM]

Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat.

“Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian”. Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang Yarmuk.

Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat untuk Khalid bin Walid. “Pedang Allah” ini segera membacanya. Di dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.

Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. “Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar,” demikian ungkapnya.

Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah masa keemasan Khalid bin Walid.

Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.

Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat.

Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik.

Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya.

[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.

[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya.

[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.

[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.

[5] Tidak menonjolkan “bendera”. Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.

[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. “_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas” (QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a’lam .

( KH Abdullah Gymnastiar )

MONITORING PELAKSANAAN PKH, PKM & DESA VOKASI DIY 2012

Latar Belakang Penyelenggaraan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) dan Desa Vokasi penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), SMK yang sumber dananya melalui dana dekonsentrasi Satker Dinas Pendidikan, Pemuda  dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (05) tahun 2012. Adapun tujuan  penyelenggaraan kegiatan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) … Baca lebih lanjut

PELATIHAN PERSIAPAN UJI KOMPETENSI PENDIDIK

DSCN1203DPD HISPPI JAWA TENGAH nampaknya memang sedang bersuaha keras untuk meningkatkan kompetensi para instruktur kursus alias pendidik Pendidikan Non Formal. Selama ini telah banyak dilakukan Uji Kompetensi bagi Peserta Didik Kursus. Muncul pertanyaan, apakah pendidiknya juga sudah kompetens ?

Mestinya kalau menginginkan peserta didiknya lulus dalam Uji Kompetensi, maka Pendidiknya harus Pendidik yang kompeten dan memahami betul proses Uji Kompetensi. Untuk itu pendidik perlu ditingkatkan kompetensinya, baik kompetensi Pedagogi andragogi, Kompetensi Kepribadian, Sosial dan Profesional. Dalam rangka meningkatkan kompetensi Pendidik itulah DPD HISPPI Jateng melakukan kegiatan Pelatihan Persiapan Uji Kompetensi Pendidik. Agar Pendidik memiliki kompetensi yang sesuai maka Pendidik harus diuji dulu kompetensinya.

Jais Susilo, sebagai nara sumber dalam kegiatan Pelatihan Persiapan Uji Kompetensi Pendidik tersebut, menguraikan bahwa Pelaksanaan Uji Kompetensi Komputer melibatkan 5 Unsur, yakni :

  1. LSKTIK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Teknologi Informasi dan Komputer,
  2. TUK TIK (Tempat Uji Kompetensi);
  3. Penguji Uji Kompetensi ( Asesor );
  4. Pengawas Uji Kompetensi;
  5. Peserta Uji Kompetensi.

Lebih lanjut, Jais Susilo menguraikan bahwa Pelaksanaan Uji Kompetensi CLCP merupakan Standard Kompetensi untuk semua posisi pekerjaan yang menggunakan komputer dimana   efektifitas,   efisiensi, dan   produktifitas sebagai acuan performa kerja.  Dalam implementasinya, Uji Kompetensi  menerapkan konsep TOOS (Task Oriented dan Open Source), dengan OUTCOME yang mengantongi konsep 5T, yaitu

  1. Terampil (menyelesaikan pekerjaan dengan berbagai macam software),
  2. Tuntas – (mutlak semua pekerjakan tuntas dikerjakan)
  3. Teliti (Semua pekerjaan diselesaiakan dengan benar dan dengan toleransi kesalahan tertentu)
  4. Terukur )sesuai standar dan ukuran  yang ditetapkan)
  5. Transparan (Semua hasil pekerjaan dapat ditelusuri)

Untuk itu, Pendidik harus mempersiapkan peserta didik sesuai Materi yang diujikan. Jangan sampai peserta didik yang mengikuti Uji Kompetensi tidak tahu materi yang diujikan. Pendidik mesti mempersiapkan calon peserta Uji Kompetensi dengan materi Uji Kompetensi yang tidak terlepas dari :

  1. SKKNI
  2. SKL
  3. KBK
  4. Materi Uji Kompetensi
  5. Kisi kisi Uji Kompetensi
  6. Pedoman Penilaian
  7. Contoh (Templete) soal Uji Kompetensi

diklatsemarang

Adapun yang mendasari kegiatan Pelatihan tersebut :

 A.   Latar Belakang

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,  Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan instruktur kursus dan pelatihan adalah pendidik profesionalyang memiliki tugas utama melatih, membimbing, memotivasi dan memfasilitasi kegiatan belajar peserta didik pada lembaga kursus dan pelatihan. Untuk itu, seorang instruktur kursus dan pelatihan dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana atau Diploma IV (S1/D-IV) yang relevan dan menguasai empat kompetensi sebagaimana tuntutan undang-undang, yaitu kompetensi pedagogik dan andragogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

DSCN1202

Fakta menunjukkan bahwa sampai saat ini belum pernah dilakukan uji kompetensi terhadap instruktur kursus dan pelatihan. Sementara itu, uji kompetensi bagi pendidik termasuk instruktur kursus dan pelatihan sudah merupakan tuntutan undang-undang.Untuk itu, pada tahun 2012 Direktorat PPTK PAUDNI menetapkan kebijakan untuk melaksanakan uji kompetensi bagi instruktur kursus dan pelatihan.Uji kompetensii bagi instruktur kursus dan pelatihan merupakan upaya pembinaan dalam rangka peningkatan mutu instruktur kursus dan pelatihan, yang diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya mutu pembelajaranyang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu lulusan kursus dan pelatihan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan uji kompetensi bagi instruktur kursus dan pelatihan tidak oleh pemerintah, melainkan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Instruktur Kursus dan Pelatihan yang dibentuk oleh Himpunan Penguji dan Pendidik Indonesia Pendidikan Nonformal (HISPPI-PNF). Padatahap awal ini, Direktorat PPTK PAUDNI berupaya mendorong HIPPI-PNF untuk segera membentuk LSK Instruktur Kursus dan Pelatihan dan menetapkan sekretariat yang sekaligus berfungsi untuk Tempat Uji Kompetensi (TUK), sebelum ditetapkan TUK di beberapa provinsi sesuai kebutuhan.

DSCN1201Pada tahun 2012, Direktorat PPTK PAUDNI menetapkan target jumlah Instruktur Kursus dan Pelatihan yang dapat mengikuti diklat teknis sebagai orientasi persiapan untuk pelaksanaan uji kompetensi sebanyak 400 Orang (8 regional) dengan dana bantuan penyelenggaraan uji kompetensi sebesar Rp 960.000.000,- (sembilan ratus enampuluh juta rupiah)

Agar pelaksanaan diklat teknis persiapan uji kompetensi dapat berjalan dengan baik dan penggunaan dana bantuanpenyelenggaraan diklat teknis persiapan uji kompetensi dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, maka Direktorat PPTK PAUDNI memandang perlu untuk menerbitkan Petunjuk Teknis Pemanfaatan Bantuan Diklat Teknis Persiapan Uji Kompetensi Bagi Instruktur Kursus Dan PelatihanB.   Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  3. Peraturan Presiden Rebublik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009.
  4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan.
  5. Peraturan Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional
  6. Renstra Kementerian Diknas 2011-2014
  7. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal, Ditjen PAUD NI Kemdikbud .

 

C.   Tujuan

Tujuan Umum:

Menjadi acuan bagi HISPPI-PNF dan pemangku kepentingan lainnya dalam pemanfaatan dana bantuan diklat persiapan pelaksanaan uji kompetensi bagi  instruktur kursus dan pelatihan yang bersumber dari Direktorat PPTK PAUDNI, Ditjen PAUDNI tahun 2012.

Tujuan Khusus :

  1. Memberikan acuan teknis pemanfaatan dana bantuan diklat persiapan pelaksanaan uji kompetensi bagi  instruktur kursus daSEMC 3MP DSCn pelatihan tahun 2012
  2. Memberikan apresiasi dan dukungan kepada HISPPI-PNFdalammembantu program peningkatan kompetensi instruktur kursus dan pelatihan melaluiuji kompetensi bagi  instruktur kursus dan pelatihan.
  3. Sebagai rujukan bagi petugas monev dan auditor dalam melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan pemanfaatan dana bantuan diklat persiapan uji kompetensi bagi  instruktur kursus dan pelatihan tahun 2012.

 D.   Hasil yang Diharapkan

  1. Sebanyak 400 instruktur kursus dan pelatihan dapat mengikuti diklat persiapan uji kompetensi (8 regional)
  2. Meningkatnya profesionalisme instruktur kursus dan pelatihan dalam mendukung pelaksanaan tugas;
  3. Terwujudnya pola pembinaan dan peningkatan kompetensi yang efektif, efisien, dan berkualitas secara berkelanjutan melalui penyelenggaraan uji kompetensi bagi  instruktur kursus dan pelatihan.

 E.   Sasaran

Sasaran program diklat persiapan uji kompetensi bagi  instruktur kursus dan pelatihan tahun 2012 sebanyak 400orang instruktur kursus (minimal 50 peserta untuk setiap regional penyelenggaraan diklat),diklat persiapan uji kompetensi ini diperuntukkan bagi instruktur Bidang Keahlian Komputer  Tingkat Literasi, Bidang Keahlian Tata Rias Pengantin (gaya sunda puteri), dan Tata Busana (level 2).

Persyaratan dari peserta diklat uji kompetensi adalah sbb :

  1. Instruktur Kursus berasal dari Bidang Keahlian Komputer (literasi), Bidang Keahlian Tata Rias Pengantin (gaya sunda puteri), Tata Busana (level 2)
  2. Minimal 2 tahun berpengalaman sebagai instruktur sesuai bidang kompetensinya
  3. Kualifikasi pendidikan diutamakan S1, minimal SMA
  4. Diprioritaskan memiliki kompetensi dibidangnya yang dibuktikan dengan :
    1. Sertifikat kompetensi sesuai bidangnya
    2. Sertifikat mengikuti pelatihan instruktur kursus dan pelatihan
    3. Sertifikat/ijasah tenaga pendidik dan penguji praktik (TP3, Ujian Nasional/Internasional)
    4. Usia maksimal 50 tahun

RUANG LINGKUP DIKLAT PERSIAPAN UJI KOMPETENSI

BAGI INSTRUKTUR KURSUS DAN PELATIHAN

 A.     Pengertian

Pendidik dan Pelatihan adalah proses pembelajaran untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan serta membentuk sikap peserta diklat agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

  1. Instruktur Kursus dan Pelatihan adalah tenaga pendidik yang berasal dari masyarakat yang bertugas dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran  pada lembaga kursus dan pelatihan.
  2. Kompetensi adalah kemampuan individual/orang perorangan untuk mengerjakan suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap, sesuai unjuk kerja yangdipersyaratkan.
  3. Kompetensi instruktur kursus dan pelatihan adalah kemampuan seoranginstruktur kursus dan pelatihan untuk mengerjakan suatu tugas/pekerjaan sebagai seorang pendidik profesional yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap, sesuai unjuk kerja yangdipersyaratkan yang meliputi kompetensi pedagogik/andragogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
  4. TUK Instruktur Kursus dan Pelatihan adalah tempat dilaksanakannya uji kompetensi bagi instruktur kursus dan pelatihan
  5. Uji kompetensi bagi instruktur kursus dan pelatihan adalah proses penilaian terhadap instruktur kursus dan pelatihan berkaitan dengan penguasaan kompetensi yang mencakup kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian. Uji kompetensi dilakukan melalui ujian tulis dan ujian kinerja (praktik pembelajaran). Ujian tulis untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogi, sedangkan ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial secara komprehensif. Keempat kompetensi ini juga bisa dinilai selama proses pelatihan sebelum dilakukan uji kompetensi.
  6. Portofolio adalah sekumpulan informasi individu yang merupakan catatan dan dokumentasi atas pencapaian prestasi seseorang dalam pendidikan dan pengalamannya.

 B.     Penyelenggaraan Persiapan Diklat Peningkatan Kompetensi

  1. Diklat peningkatan kompetensi diselenggarakan dengan bobot 50 Jam Pertemuan (JP), dengan alokasi 20 JP teori  dan30 JP praktik. Satu JP setara dengan 45 menit
  2. Diklat peningkatan kompetensi dilaksanakan oleh DPD HISSPI bekerja sama dengan PP-PAUDNI/BP-PAUDNI sebagai TUK dengan memanfaatkan nara sumber master pendidik/penguji.
  3. Rombongan belajar (rombel) pada diklat peningkatan kompetensi diupayakan satu bidang keterampilan/keahlian. Dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan (dari segi jumlah) rombel dapat dilakukan berdasarkan rumpun keterampilan/keahlian yang bersesuaian.

 

C.     Pelaksanaan Diklat Persiapan Uji KompetensiPendidik Kursus dan Pelatihan

  1. Ujian tulis dilaksanakan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogi sedangkan ujian praktik pembelajaran(kinerja) untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
  2. Keempat kompetensi ini juga harus dinilai selama proses pelatihan berlangsung menggunakan format penilaian

 D.     Remedial dan Ujian Ulang

  1. Bagi peserta yang belum lulus diberi kesempatan untuk mengikuti remedial. Materi remedial ditentukan sesuai kebutuhan dan ditentukan berdasarkan kelemahan atau kekurangan umum dari hasil uji kompetensi  pertama.
  2. Peserta yang telah mengikuti remedial dapat mengikuti ujian ulang. Peserta yang belum lulus pada ujian ulang pertama, masih diberi kesempatan mengikuti ujian ulang kedua. Apabila pada ujian ulang kedua masih belum lulus juga, maka peserta yang bersangkutan akan dikembalikan ke Dinas pendidikan Kabupaten/Kota untuk dibina lebih lanjut.
  3. Materi ujian ulang pada hakikatnya sama dengan ujian pertama yaitu meliputi ujian tulis dan ujian praktik. Dalam kondisi jumlah peserta dalam rombel bidang keterampilan sejenis sedikit, maka ujian praktik dapat menggunakan kelas lain sesuai dengan kondisi setempat misalnya melibatkan panitia dan atau instruktur sebagai peserta didik.

 E.     Master Penguji Pendidik/Penguji Pendidik

Master penguji pendidik/penguji pendidik yang akan ditugaskan sebagai instruktur diklat peningkatan kompetensi dan uji kompetensi bagi instruktur kursus dan pelatihan direkrut dan ditugaskan oleh Ketua LSK instruktur kursus dan pelatihan dengan persyaratan sebagai berikut.

  1. Warga negara Indonesia yang berstatus sebagai instruktur kursus dan pelatihanjenis keterampilan yang relevan dan telah lulus diklat master penguji/penguji pendidik yang diselenggarakan oleh Dit. Binsulat atau Dit. PPTK PAUDNI atau yang telah mengikuti diklat calon penguji pendidik yang diselenggarakan oleh PPTK PAUDNI di semarang tahun 2012.
  2.  Sehat jasmani/rohani dan memiliki komitmen, kinerja yang baik, serta sanggup melaksanakan tugas.
  3.  Berpendidikan minimal S1 kependidikan dan/atau S1 nonkependidikan bidang studi yang relevan dan memiliki Akta IV atau sertifikat keahlian.
  4. Memiliki pengalaman sebagai instruktur kursus dan pelatihan pada bidang yang relevan sekurang-kurangnya 3 tahun.
  5. Menguasai kualifikasi dan unit-unit kompetensi yang akan diujikan.
  6. Memiliki pengetahuan tentang kebijakan pendidikan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembinaan PTK PAUDNI.
  7. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pengujian/penilaian meliputi, perencanaan, penyelenggaraan dan pengkajian tentang uji kompetensi.

F.      Materi Diklat

Materi diklat peningkatan kompetensi dan uji kompetensibagi instruktur kursus dan pelatihan mencakup empat kompetensi pendidik, yaitu: (1) pedagogik, (2) profesional, (3) kepribadian, dan (4) sosial. Jabaran rinci materi tersebut ditentukan oleh LSK Instruktur Kursus dan Pelatihan sebagai penyelenggara uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi bagi instruktur kursus dan pelatihan, dengan mengacu pada rambu-rambu yang ditetapkan oleh Direktorat PPTK PAUDNI bersama dengan Konsorsium/Asosiasi Profesi dan LSK. Rambu-rambu Struktur Program diklat  terdapat pada Lampiran.

 

G.     Peranan LSK

  1. Menghubungi P2PAUDNI/BP-PAUDNI sebagai Tempat Uji Kompetensi
  2. Jika menggunakan LKP sebagai TUK maka LSK harus menyeleksi LKP yang layak untuk menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Pendidik Kursus dan Pelatihan dan mengusulkannya kepada pemerintah untuk ditetapkan.
  3. Mengkoordinir TUK dalam penyelenggaraan uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan.
  4. Menyelenggarakan diklat peningkatan kompetensi dan uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan secara periodik bekerja sama dengan TUK.
  5. Menerbitkan Sertifikat Kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan yang lulus uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan.

H.     Peranan TUK

  1. Melakukan rekrutmen peserta uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan.
  2. Mempersiapkan sarana dan prasarana pelaksanaan diklat uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan.
  3. Menyediakan penguji untuk melakukan pengawasan pelaksanaan uji kompetensi
  4. Bersama-sama dengan LSK menyelenggarakan diklat peningkatan kompetensi dan uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan.

I.        Peranan Pemerintah

  1. Memfasilitasi LSK bagi pendidik kursus dan pelatihan dalam pembentukan TUK.
  2. Memfasilitasi LSK dalam menerbitkan sertifikat uji kompetensi bagi pendidik kursus dan pelatihan.

PBNU: Tuntut Pembekuan Ahmadiyah Tidak Etis

TEMPO.COJakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Efendi Yusuf mengatakan bahwa tuntutan agar aliran Ahmadiyah dibekukan adalah tindakan tidak etis. Tuntutan itu sudah pernah disampaikan sejumlah organisasi massa, termasuk Majlis Ulama Indonesia

 

“Sebuah aliran ataupun ideologi tertentu yang dimiliki sekelompok masyarakat tidak bisa dibekukan, sekalipun oleh pemerintah,” kata dia dalam diskusi tentang ormas Islam di Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jumat, 9 November 2012.

Menurut Slamet, PBNU dan MUI sepakat menyatakan Ahmadiyah adalah aliran sesat. Tetapi, untuk pembekuannya, lembaga hukum yang berwenang melakukannya. “Itu pun kalau ada kasus atau perkara yang memang terbukti melanggar hukum.”

Slamet Efendi menjelaskan, solusi untuk menyelesaikan persoalan Ahmadiah adalah melalui jalur dakwah. Kekerasan atau penyerangan terhadap aliran ini sangat tidak dibenarkan, bahkan malah menambah citra buruk Islam di mata masyarakat.

Pokok permasalahan Ahmadiyah sehingga menyulut kemarahan umat Islam, kata Slamet Efendi, karena kelompok tersebut mengatasnamakan Islam sebagai bagian dari Ahmadiyah. “Jalan satu-satunya adalah Ahmadiyah harus mengakui bahwa mereka bukan termasuk Islam, tapi sebatas aliran kepercayaan,” katanya.

 

Penyerangan dari organisasi massa Islam hingga kini terus berlanjut. Kasus terakhir terjadi pada malam Idul Adha, 25 Oktober 2012 lalu. Front Pembela Islam mendatangi jemaah Ahmadiyah di Masjid An Nasir milik seorang jamaah Ahmadiyah di Cibadak, Astana Anyar, Bandung. Di sana, mereka melarang jemaah Ahmadiyah melaksanakan salat Id dan memotong hewan kurban. Bahkan kelompok ini merusak kaca jendela masjid. Kasusnya hingga kini masih ditangani kepolisian.

 

CITA-CITA DAN REALITAS PIRI

CITA-CITA DAN REALITAS PIRI DALAM MENGEMBANG AMANAH GAI

Berdiri Yayasan PIRI

Sebagai realisasi keputusan Muktamar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) aliran Lahore pada bulan Mei 1947, maka pada tanggal 01 September 1947 di Yogyakarta didirikanlah Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI) yang bergerak dalam bidang Pendidikan. Kemudian pada Muktamar GAI aliran Lahore pada tanggal 25 dan 28 Desember 1958 di Yogyakarta diputuskan bahwa PIRI tidak lagi menjadi atau bagian dari Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) dan menyerahkan tugas penyelesaian PIRI menjadi badan hukum berbentuk yayasan kepada R. NG. H. Minhadjoerrahman Djojosoegito dalam kedudukan sebagai pendiri.